Sementara itu Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Noor Farid dipastikan tidak ikut dibawa KPK ke Jakarta. Farid masih berada di Purwokerto pada Jumat pagi. Dia sempat terlihat keluar dari salah satu ruangan di lantai 1 gedung rektorat.
Edi Santoso membenarkan keberadaan Farid di kampus dan memastikan kondisinya baik.
"Barusan saya ketemu beliau baik-baik saja masih masih bisa guyon dengan kita jadi beliau masih di sini. Tidak ikut di Jakarta," kata Edi.
Meski Rektor Unsoed terjaring OTT dan sejumlah pejabat menjalani pemeriksaan di KPK, pihak kampus memastikan roda kepemimpinan tetap berjalan.
Unsoed menyebut Wakil Rektor I Prof Noor Farid dan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas, Prof Waluyo Handoko berada di Purwokerto.
Keduanya disebut memegang kendali kepemimpinan kampus untuk memastikan aktivitas Unsoed tetap berjalan.
"WR 1 dan WR 4 saat ini berada di Purwokerto untuk memegang kendali kepemimpinan. Hal ini sekaligus menjadi klarifikasi bahwa tidak ada kekosongan kepemimpinan di Unsoed," kata Edi dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026).
Dengan demikian, meski sejumlah pimpinan Unsoed berada dalam proses pemeriksaan KPK, pihak kampus menegaskan aktivitas dan roda kepemimpinan tetap berjalan.
Terkait OTT tersebut, Unsoed menyatakan belum mengetahui secara resmi perkara yang sedang didalami KPK maupun status hukum para pejabat yang diamankan.
Edi mengatakan pihak kampus masih menunggu penjelasan resmi dari KPK.
"Jadi pada prinsipnya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, ya," kata Edi.
"Tapi tentang ini menyangkut kasus apa, kemudian pihak-pihak atau orang-orang terkait status hukumnya seperti apa, kita belum mendapatkan informasi karena dari KPK sendiri belum memberikan pernyataan resmi," sambungnya.
Unsoed juga belum mengambil langkah lebih jauh terkait kondisi tersebut.
"Jadi kita tidak tahu menahu, tapi apapun itu, dengan proses yang sudah berjalan, kita tentu akan menghormati semua proses hukumnya yang sedang berjalan," ujarnya.