Rudi menyebut warga setempat tidak ada yang mengetahui identitas mayat tersebut. Tim identifikasi yang tiba di lokasi kemudian memastikan jenazah tersebut merupakan seorang wanita.
"Menurut keterangan Pak RT setempat tidak ada warga yang mengetahui mayat tanpa identitas tersebut, kemudian dari Polsek Kebonagung menelepon Pamapta dari Polres Demak," tutur Rudi.
"Sesampainya di lokasi sekitar pukul 04.45 WIB, kemudian tim identifikasi dari Polres Demak melakukan pengecekan dan diketahui bahwa indentitas yang meninggal jenis kelamin perempuan," tambahnyanya.
Rudi mengungkapkan bahwa ada dugaan kekerasan terhadap korban. Ia diduga dibunuh.
"Dari olah TKP yang di lapangan diduga ada unsur kekerasan," ujar Rudi.
"Indikasi dugaan pembunuhan," tambahnya.
Autopsi korban mulai dilakukan di RSUD Sultan Fatah Karangawen, Demak. Rudi menuturkan korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh hingga sebesar 45 persen.
"Didapat juga luka bakar derajat empat pada kepala sebelah kanan, dada sebelah kanan, tangan kanan, tungkai atas kanan. Derajat dua sampai tiga pada punggung, tungkai atas kiri, depan dan tungkai atas kanan, yaitu total luka bakar ada 45 persen," ungkap Rudi.
Ciri-ciri korban mulai disebar ke publik karena identitas tidak ditemukan dan belum teridentifikasi, serta belum ada keluarga yang mencari. Menurut Rudi, perawakan korban pendek sedikit gemuk
"Ciri-ciri dari korban tersebut yaitu seorang perempuan usia kurang lebih 40 tahun. Tinggi tubuh atau tinggi badan sekitar 147 cm, perawakan pendek sedikit gemuk," ujar Rudi.
Rudi mengungkapkan korban mengalami luka bakar dengan derajat dua sampai empat di sejumlah bagian tubuh. Korban mengalami luka bakar sebesar 45 persen.
"Didapat juga luka bakar derajat emlat pada kepala sebelah kanan, dada sebelah kanan, tangan kanan, tungkai atas kanan. Derajat dua sampai tiga pada punggung, tungkai atas kiri, depan dan tungkai atas kanan. Yaitu total luka bakar ada 45 persen," ungkap Rudi.
Rudi menuturkan ada sejumlah barang yang melekat pada tubuh korban serta barang-barang lain yang ditemukan di TKP, mulai dari pakaian hingga sandal slop.
"Pakaian ini ada baju hijau ukuran S, handuk merek Pamelo warna biru, celana 3/4 warna hitam bergambar logo Pain dalam serial Naruto, kaus kaki ada stiker gambar kepala beruang, sandal slop warna hitam merek Lauvo nomor 37," terang Rudi.
Sat Reskrim Polres Demak melalui akun Instagram @reskrim.demak juga menyampaikan temuan lain dalam autopsi yang dilakukan. Ada sejumlah ciri khusus yang ditemukan.
"Ciri-ciri khusus lain struktur gigi jarang bagian atas depan, terakhir makan bubur halus, rambut ikal hitam berubah, panjang sebahu," tulis akun tersebut dilihat NadiKabar pada Rabu (2/9/2026).
Polisi telah selesai melakukan olah TKP lanjutan. Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan hal ini dilakukan untuk mengungkap identitas korban.
"Kita melaksanakan olah TKP lanjutan dan juga melaksanakan pemeriksaan inafis terhadap korban. Yaitu tujuannya untuk menemukan identitas dari korban tersebut karena sampai saat ini belum ada pihak keluarga ataupun identitas yang kita temukan," kata Arlan kepada NadiKabar di Mapolsek Kebonagung, Rabu (2/9/2026).
Arlan mengungkapkan polisi menemukan sejumlah petunjuk lain saat olah TKP lanjutan. Pihaknya mendapati bekas rambut hingga tetesan darah di pos ronda itu.
"Tadi itu ditemukan ada bekas rambut dan juga diambil juga sampel terkait dengan tetesan yang diduga media yang digunakan untuk membakar dan juga ada tetesan-tetesan darah, bekas tetesan darah di TKP," ujar Arlan.
Arlan membenarkan adanya aroma bahan bakar yang tercium di TKP yang diduga digunakan untuk membakar korban. Namun, ia belum bisa memastikan bahan bakar apa yang digunakan.
"Memang tercium aroma bahan bakar yang digunakan untuk media melakukan pembakaran. Untuk saat ini masih kita lakukan uji laboratorium forensik untuk memastikan jenis apa bahan yang digunakan untuk melakukan pembakaran tersebut," ungkap Arlan.
Arlan juga menuturkan bahwa tidak ada identitas yang ditemukan melekat pada tubuh korban saat ditemukan. Karena belum ada keluarga yang mencari, pihaknya terus mendalami identitas korban salah satunya melalui sidik jari.
"Untuk korban pada saat ditemukan tidak ada identitas, kemudian belum ada juga keluarga yang mengakui untuk yang merasa kehilangan. Saat ini kita masih melakukan pendalaman terkait dengan sidik jari dari korban dan kami mohon doa dari seluruh masyarakat semoga mudah-mudahan untuk korban segera terungkap identitasnya," ujar Arlan.
Arlan mengungkapkan dugaan bahwa lokasi pembunuhan dan pembakaran korban berada di lokasi yang sama. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.
"Diduga (dibunuh) di lokasi yang sama. Untuk saat ini saksi yang sudah kita periksa sebanyak tujuh orang, ada yang dari warga sekitar, ada juga dari beberapa warga di daerah lain," ujar Arlan.
"Untuk pemeriksaan CCTV sudah kita lakukan penelusuran dan kita sudah koordinasi dengan Dishub terkait dengan CCTV. Tapi kita masih melakukan pendalaman terkait untuk pengolahan CCTV untuk objek-objek yang digunakan ataupun ya yang diduga sebagai pelaku ini," imbuhnya.
Hasil autopsi juga mengungkap ada satu luka tajam di kepala korban yang mengakibatkan kematian. Selain itu, turut ditemukan dua luka bekas benda tumpul yang juga di kepala.
"Luka tajam ada satu, yaitu luka pada kepala bagian kiri di mana menyebabkan patah tulang tengkorak bagian kiri hingga ke belakang. Untuk luka akibat benda tumpul ini terdapat dua luka, yaitu di mana terdapat luka robek di kepala bagian sebelah kanan," ucap Arlan.