Parno menjelaskan kerangka tersebut berada di tebing jalan tol atau di bagian jurang dari TKP yang diberi garis polisi. Menurutnya, petugas turun ke bawah dengan sejumlah peralatan.

"Saya kan di atas, kerangkanya di bawah. Jadi ditarik pakai alat-alat polisi, (kerangkanya) sudah di (dalam) tas," kata Parno.

Parno menjelaskan selama ini warga setempat tidak pernah mencium bau aneh di lokasi penemuan kerangka jenazah itu.

"Ndak ada bau apa-apa. Orang kampung biasa lewat sini jalan kaki atau apa," ujar Parno.

Polisi mendalami dugaan kerangka manusia yang ditemukan di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang merupakan Mozza. Ciri-ciri yang ditemukan disebut sesuai.

"Kalau untuk ciri-ciri pakaiannya sudah sesuai. Ciri-cirinya sudah sesuai, tinggi badannya juga sesuai," kata Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti saat dihubungi wartawan, Jumat (4/9).

Jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka pada Jumat (4/9) malam. Setelah disalatkan, jenazahnya dikubur di pemakaman setempat.

Ketua RT 4 RW 1, Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, Suryanto menyampaikan korban dikenal sebagai perempuan yang baik. Mozza juga aktif berkegiatan di lingkungan dan musala setempat.

"Baik sekali, ada kegiatan-kegiatan di kita itu aktif. Di musala aktif," ujar Suryanto kepada wartawan, Jumat (4/9).