Kemudian, sekira pukul 16.30 WIB, kedua pelaku mendengar suara motor korban. Sontak keduanya pun bersembunyi di balik pohon kelapa sawit.

Saat korban melintas di depan para pelaku, keduanya langsung membacok kepala korban menggunakan parang berulang kali hingga membuat korban jatuh bersama sepeda motornya.

Korban pun berupaya untuk berdiri mengambil parang miliknya. Melihat itu, pelaku Jenda menembakkan senapan angin ke tubuh korban.

"Pelaku JM (Jenda) menembakkan senapan angin miliknya ke korban dan pelaku SK (Sukmo) terus membacokkan perangnya ke kepala korban," jelasnya.

Ghulam menyebut korban berupaya untuk lari dari lokasi. Namun, kedua pelaku terus mengejar korban.

Korban yang tak berdaya terjatuh ke tanah. Pada saat itu, kedua pelaku kembali membacok korban secara membabi buta.

Kedua pelaku sempat menunggu selama 20 menit untuk memastikan apakah korban telah tewas. Setelah yakin korban telah meninggal dunia, para pelaku mengambil motor korban dan meletakkannya di dekat jasad korban. Lalu, kedua pelaku pergi meninggalkan lokasi sekira pukul 17.00 WIB.