Mantan Kasat Reskrim Polres Simalungun itu menyebut mayat korban baru ditemukan pada Kamis (3/9) siang, oleh salah seorang warga. Penemuan mayat itu lalu dilaporkan ke Polsek Kuala.

"Polsek Kuala langsung ke TKP dan menemukan korban telah meninggal dunia dalam kondisi sudah mulai membusuk dipenuhi. Selanjutnya, petugas membawa mayat korban untuk autopsi ke RS Bhayangkara Medan," ujarnya.

Ghulam menyebut para pelaku ini memiliki peran yang berbeda-beda. Pelaku Jenda berperan sebagai otak pelaku yang mengajak pelaku Sukmo untuk membunuh korban, ikut membacok serta menembak korban.

Sementara pelaku Sukmo berperan membacok bagian kepala, badan dan memotong tangan kanan korban. Pihak kepolisian pun menyelidiki peristiwa itu dan menangkap kedua pelaku di lokasi yang berbeda pada Minggu (6/9) dan Senin (7/9).

Mantan Kasat Reskrim Polres Asahan itu menyebut bahwa para pelaku memang sudah merencanakan pembunuhan kepada korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif kedua pelaku membunuh korban karena sakit hati. Sebab, korban diduga sering mencuri sawit di kebun yang dijaga oleh korban dan pelaku.

"Kedua pelaku sakit hati kepada korban karena korban sering mencuri buah kelapa sawit yang seharusnya dijaga oleh korban bersama pelaku. Namun, korban tetap mencurinya," pungkasnya.