Menurut Mr B, total korban yang berhasil dievakuasi MV Mau Hau mencapai 16 orang, sesuai data Basarnas. Salah satu korban yang ditemukan dalam kondisi berkelompok mengalami luka parah pada bagian kaki.

"Kakinya almarhum sangat prihatin dan sangat luka parahlah. Sampai saya juga udah konfirmasi tuh udah pagi hari ya, udah 08.00 WIB. Sampai saya konfirmasi ke Basarnas Palangkaraya, saya minta tolong ke kawan saya yang bertugas di Kalimantan, 'Tolong sampaikan Basarnas segerakan dikirimkan bantuan,' saya bilang. Secepatnya saya bilang gitu. Karena kalau tidak ditanganin dalam kurun 1 jam atau 2 jam bakalan meninggal," tuturnya.

Sembari menunggu petugas SAR gabungan tiba, Mr B bersama kru MV Mau Hau berupaya memberikan pertolongan untuk mengurangi pendarahan pada kaki korban.

"Kami lakukan penanganan, pertama kami balut lukanya kami biar mengurangi pendarahan lagi, kami perban, kami kasih alkohol, kami Betadine. Selama 2 jam dia kesakitan, meninggal jam 10.16 WIB," papar dia.

Mr B memastikan korban yang meninggal dunia bukan merupakan anak buah kapal (ABK) MV Mau Hau. Hal itu diketahui setelah pihaknya mengonfirmasi kepada nakhoda KM Virgo yang sebelumnya berhasil dievakuasi.

"Yang meninggal di kapal kami itu bukan, penumpang itu, bukan ABK. Soalnya kami tanya langsung sama Kak Nakhoda, 'Ini kenal tidak? Abang-Abang kenal tidak? Bapak-Bapak kenal beliau tidak?', Tidak ada yang kenal katanya," beber dia.

Sebelum meninggal dunia, korban disebut sempat mengalami kesakitan hebat hingga tidak mampu berbicara. Korban hanya berulang kali menyebut nama ibunya.