"Bisa bicaranya nyebut ibunya doang," ujarnya singkat.
Mr B mengatakan baru menyampaikan kronologi evakuasi tersebut kepada NadiKabar. Dia berharap informasi mengenai para korban dapat segera diketahui keluarga.
"Soalnya ini kan ngeri. Itu saya cuma menyampaikan yang riilnya aja. Sebenarnya kan kami itu cuma ingin lebih cepat tahu aja korban keluarganya. Dan nakhoda saya juga memberitahu ke kami semua, 'Jangan ada yang menyebarluaskan ke sosial media,' saat di kemarin paginya kan, di waktu udah pagi hari. Biar 1 orang aja jalurnya (yang menyebarkan informasi secara objektif), gitu, cuma 1 orang aja. Jadi kami cuma membantu setiap ada kenalan, beri tahu biar cepat gitu," tutur dia.
Setelah mengevakuasi belasan korban, Mr B dan kru MV Mau Hau mengaku kelelahan. Meski demikian, dia mengaku lega bisa membantu menemukan dan menyelamatkan para korban.
"Masih kram ini betis saya ini, kaki semua. Tapi lillahi ta'ala kami semua ikhlas dengan melakukannya kami tidak harus disanjung atau enggak. Karena kami juga tahu, tidur kami di atas laut, di atas air kan, karena kami sebagai rasa kemanusiaan harus diwajibkan menolong itu," pungkasnya.
Diketahui, Kapal Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/8). Kapal tersebut mengangkut 243 orang.
Dari data sementara, 114 korban telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang korban selamat dan enam korban meninggal dunia. Masih ada 129 orang lainnya yang belum ditemukan.