Dudung mengingatkan bahwa ruas Binjai-Pangkalan Brandan telah beroperasi pada libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, dan terbukti memecah kepadatan arus lalu lintas dari Medan menuju Aceh.

Ia juga menyoroti peran ruas ini saat banjir besar melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada akhir tahun lalu.

"Yang menyentuh bagi saya, saat bencana banjir besar melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu, infrastruktur tol dan rest area beralih fungsi menjadi jalur penyelamat bagi masyarakat sekitar," katanya.

Menurut Dudung, posisi jalan tol yang lebih tinggi dari daratan sekitar membuatnya menjadi tempat perlindungan yang aman bagi warga yang mengungsi.

Jalan tol itu juga menjadi satu-satunya jalur steril yang dapat dilalui truk logistik dan truk tangki BBM/LPG darurat untuk memasok kebutuhan hidup masyarakat, ketika jalur arteri nasional lumpuh total akibat genangan air.