NADIKABAR.COM β€” Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan, investor asing masih menunjukkan minat yang relatif tinggi terhadap Surat Berharga Negara (SBN), dengan pembelian bersih (net buy) investor non residen mencapai Rp28,79 triliun pada triwulan III-2026.

β€œPasar SBN cukup resilien di tengah volatilitas pasar keuangan global,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Selasa.

Menkeu menjelaskan, sejalan dengan pembelian bersih tersebut, kepemilikan SBN oleh investor nonresiden meningkat sebesar 3,28 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2025.

Ketahanan pasar SBN juga tercermin dari selisih imbal hasil (yield spread) antara SBN seri acuan (benchmark) tenor 10 tahun dan surat utang pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury (UST) dengan tenor yang sama.

Pada kuartal III-2026, selisih imbal hasil kedua instrumen tersebut tercatat sebesar 183 basis poin (bps), turun tipis dibandingkan dengan posisi akhir 2025 yang mencapai 184 bps.