Marhaen menyebut bahwa transformasi sektor agribisnis di Nganjuk semakin terakselerasi berkat keterlibatan generasi muda. Para petani milenial mulai memanfaatkan teknologi modern seperti pengairan sprinkler, penyemprotan pupuk cair berbasis drone, hingga pemantauan lahan melalaui ponsel pintar (smartphone).

"Regenerasi petani muda di Nganjuk sangat masif dan mereka tidak ragu memanfaatkan digitalisasi pertanian hingga aktif melakukan edukasi melalui media sosial," papar Marhaen.

Kabupaten Nganjuk sendiri mencatatkan luasan lahan bawang merah yang mencapai lebih dari 22.000 hektare. Selain itu ada puluhan ribu hektare komoditas padi, jagung, kedelai, hingga cabai.

Di sisi lain, untuk menjaga stabilitas harga saat puncak panen bawang merah pada Agustus hingga September ini, Pemkab Nganjuk menerapkan tiga strategi utama, pengaturan pola panen berjenjang, ketersediaan pupuk tepat waktu, serta pemberantasan spekulan.