Cara Melindungi Paru dari Abu Vulkanik
Untuk melindungi paru-paru, ada baiknya untuk mengurangi jumlah abu yang terhirup. Batasi juga aktivitas di luar ruangan dan hindari olahraga atau aktivitas fisik berat karena peningkatan frekuensi dan kedalaman napas dapat membuat lebih banyak partikel masuk ke saluran pernapasan.
Jika harus berada di luar ruangan atau membersihkan abu, gunakan masker respirator partikulat seperti KN95, N95, atau standar setara. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan baik serta tidak memiliki celah besar di sisi masker.
Saat berada di dalam rumah, tutup pintu dan jendela serta kurangi masuknya udara luar yang membawa abu. Bila menggunakan pendingin udara, hindari mode yang mengambil udara langsung dari luar selama kualitas udara masih buruk.
Abu yang telah mengendap dapat kembali berterbangan akibat angin, kendaraan, atau aktivitas pembersihan. Karena itu, hindari menyapu abu dalam keadaan kering. Basahi atau lembapkan abu secukupnya sebelum dibersihkan dan gunakan masker serta pelindung mata saat melakukan pembersihan.
Setelah beraktivitas di luar, bersihkan diri dan ganti pakaian yang terpapar abu. Hindari pula asap rokok dan sumber polusi lain yang dapat semakin mengiritasi saluran pernapasan.
Bagi penderita asma, PPOK, atau penyakit paru kronik lainnya, tetap gunakan obat rutin maupun inhaler sesuai anjuran dokter dan pastikan obat pelega tersedia bila memang telah diresepkan.
Paparan abu juga dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering atau teriritasi. Minum air putih yang cukup dapat membantu menjaga hidrasi dan mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan, meskipun tidak menggantikan upaya utama untuk menghindari paparan abu.