Berdasarkan laporan BMKG, saat ini terpantau 72 titik panas di wilayah Riau. BMKG juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan arah angin, kondisi udara Pekanbaru turut dipengaruhi oleh sebaran asap dari berbagai wilayah, baik dari dalam Provinsi Riau maupun dari luar provinsi, termasuk Sumatera Selatan, Jambi, dan daerah sekitarnya.
Di tengah kondisi tersebut, terdapat harapan kualitas udara dapat segera membaik. BMKG memprakirakan potensi hujan mulai muncul pada 9 hingga 11 September, dengan peluang dan intensitas yang diperkirakan semakin meningkat pada 11 September.
"Kita berharap hujan benar-benar turun sesuai prakiraan BMKG. Mudah-mudahan dapat membantu menurunkan konsentrasi PM2.5 sehingga udara Pekanbaru kembali lebih sehat dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak, dapat kembali berjalan normal," katanya.
Pemkot juga memahami adanya kendala jaringan listrik akibat pemeliharaan yang dilakukan PLN di sejumlah wilayah. Karena itu, sekolah dan tenaga pendidik diminta menyesuaikan pelaksanaan PJJ secara fleksibel, tetap bermakna, serta tidak memberikan tugas yang membebani anak-anak maupun orang tua.