"Dengan jawaban seperti itu akhirnya ngamuk lah istrinya F ini. Jadi sehingga memancing yang ada di dalam. Di situ ada 6 orang yang saat itu ikut rujakan. Empat orang langsung melakukan penganiayaan ada yang menjambak, terus menelanjangi membuka pakaian dalamnya. Ada yang berperan mengolesi sambal dicampur dengan jahe," jelas Bahri.
Menurut Bahri, korban dianiaya oleh empat orang itu cukup lama. Sementara sepupu bidan merekam penganiayaan itu dan diviralkan ke media sosial. "Kalau menurut korban itu sekitar 10 sampai 15 menit dianiaya. Cukup lama karena dibolak-balik (dihajar habis-habisan)," ujar Bahri.
Bahri menambahkan setelah kejadian itu, F suami bidan sempat meminta maaf ke korban yang telah dianiaya istri dan keluarganya. Permintaan maaf itu pun sudah diterima dan dianggap selesai masalahnya.
"Sebenarnya korban ini menyadari, dia pernah selingkuh, artinya memaafkan. Ada dari pihak suaminya itu minta maaf atas kejadian itu. Jadi setelah kejadian dia tak ada niat melaporkan karena dianggap itu adalah musibah," tuturnya.
"Akan tetapi ada video viral yang vulgar yang tidak diblur, dari situ lah nama baiknya tercemar padahal kejadian itu sudah dianggap sebagai musibah," tandas Bahri.