NADIKABAR.COM — Permintaan terhadap kendaraan listrik (EV) asal China terus melonjak di seluruh Inggris, tetapi pertumbuhan yang nyaris tak terbendung ini mungkin akan segera melambat drastis.
Menurut laporan terbaru, Inggris kemungkinan akan mengikuti langkah Uni Eropa dan mengenakan tarif terhadap kendaraan listrik asal China.
Dorongan untuk menerapkan tarif tersebut dipimpin oleh Uni Eropa. Laman Carscoops, Selasa waktu setempat melaporkan, para pejabat telah memberi tahu para menteri Inggris bahwa jika negara itu tidak mengenakan tarif terhadap kendaraan China, Inggris dapat dikeluarkan dari skema “Made in Europe”.
Jika hal tersebut terjadi, biaya bagi produsen mobil Inggris untuk menjual kendaraan ke Uni Eropa akan menjadi jauh lebih mahal.
Menteri Bisnis Inggris Jonathan Reynolds telah mulai menyusun paket tarif menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Inggris dan Uni Eropa yang akan digelar bulan depan.