Di Uni Eropa, kendaraan listrik asal China dikenai tarif hingga 45 persen. Setelah tarif tersebut diberlakukan, merek-merek China dengan cepat mengalihkan fokus mereka dari kendaraan listrik ke kendaraan PHEV.
Para pembuat kebijakan di blok tersebut kini disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan memperluas cakupan tarif agar turut mencakup kendaraan hybrid.
Para pembuat kebijakan Inggris tampaknya menanggapi serius ancaman dari Uni Eropa. Pekan lalu, Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengindikasikan bahwa aturan βMade in Europeβ mengancam produksi mobil Inggris.
Jika laporan terbaru ini benar, Inggris tampaknya akan segera menentukan keberpihakannya. Dengan memilih berpihak kepada Eropa, Inggris mungkin akan berbalik meninggalkan China.