"Di waktu saat berita acara klarifikasi, itu kan ada handphone. Dimasukkan email, sudah jadi, ada double verification. Dan itu seharusnya diketahui, double verification-nya pakai email apa," paparnya.

"Nah, yang berjalan tiba-tiba itu tidak diketahui email verifikasi one-step atau two-step verification-nya. Nah, itulah yang baru diketahui oleh klien kita," kata Ezra.

"Ketika data-data yang lain tiba-tiba terambil, nah email siapa yang nyangkut? Ada orang yang masuk, siapa? Ya, yang kita pahami hanya satu email, ternyata ada dua emailnya," lanjutnya.

Ezra memastikan Betrand dan Ruben Onsu telah dipanggil secara bersamaan oleh penyidik pada pekan lalu.