NADIKABAR.COM — Melansir dari situs Cleveland Clinic, kulit sensitif merupakan kondisi ketika kulit mudah bereaksi terhadap sesuatu yang biasanya tidak menyebabkan iritasi. Pemicunya dapat berasal dari cuaca maupun produk yang bersentuhan langsung dengan kulit, termasuk makeup, lotion, atau sabun.
Reaksi yang muncul bisa berupa kulit kering, gatal, kemerahan, hingga perubahan warna. Keluhan tersebut dapat muncul secara tiba-tiba atau setelah kulit terpapar bahan tertentu yang memicu iritasi.
Berikut beberapa kebiasaan dan faktor yang dapat memicu iritasi pada kulit sensitif merangkum dari berbagai sumber:
Kebiasaan ini dapat membuat kulit wajah kehilangan minyak alaminya sehingga kulit lebih mudah kering dan sensitif. Cukup gunakan air hangat dan batasi waktu mandi.
Penggunaan scrub yang terlalu sering dapat membuat kulit sensitif semakin mudah mengalami iritasi. Butiran yang kasar dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Gunakanlah eksfoliator seperti PHA atau asam laktobionat untuk mengangkat sel kulit mati.
Layar ponsel yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri. Saat ponsel menempel langsung ke pipi, berbagai kotoran tersebut bisa berpindah ke kulit sehingga dapat memicu iritasi dan kemerahan.
Paparan sinar UV dapat membuat kulit lebih mudah mengalami kemerahan dan iritasi khususnya pada kulit yang sensitif. Aplikasikan sunscreen setiap saat termasuk saat berada di dalam ruangan.
Hilangkan kebiasaan menyentuh wajah seperti menopang dagu atau memegang pipi. Tangan dapat membawa kotoran dan bakteri yang kemudian berpindah ke wajah. Tekanan pada kulit juga bisa memicu iritasi dan peradangan.
Kandungan keras yang terkandung di dalam sabun, detergen, dan hand sanitizer dapat mengakibatkan dermatitis kontak iritan. Terlalu sering menggunakan produk tersebut dapat merusak lapisan pelindung kulit yang menyebabkan kulit menjadi merah, kering, pecah-pecah, bahkan terasa nyeri.
Makanan tertentu bisa memperburuk kondisi kulit pada sebagian orang, meskipun pemicunya dapat berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, cobalah untuk mencatat makanan yang memicu perubahan pada kulit, terutama setelah mengonsumsi produk susu, gluten atau makanan olahan.
Tingkat stres yang tinggi dan kurangnya tidur dapat membuat kulit lebih sensitif serta memicu berbagai masalah kulit. Cobalah untuk mengelola stres dengan meditasi, mindfulness atau yoga serta tidur yang cukup sekitar 7-9 jam setiap malam.
Saat menstruasi, kehamilan, atau menopause terdapat perubahan hormon yang membuat kulit lebih sensitif. Kondisi ini bisa ditandai dengan munculnya jerawat, kulit kering, atau kemerahan.
Keringat yang terperangkap di bawah permukaan kulit dapat memicu biang keringat. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam merah yang terasa gatal.