"Namun, sejak awal tahun ini-seperti yang mungkin anda ketahui-kami telah membuat kemajuan lebih lanjut pada produk AI khusus kami. Kami kini mengintegrasikan AI di perangkat dengan algoritma AI berbasis cloud. Artinya, karena berbasis cloud, kini tersedia daftar pilihan makanan dan bahan belanjaan yang jauh lebih luas untuk dikenali, terlepas dari bentuk maupun wujudnya," ungkap Bernard.
Berkat hal itu, kulkas Samsung mampu mengenali lebih banyak jenis makanan yang dimasukkan ke kulkas dengan jauh lebih baik. Jika ternyata ada makanan yang tidak dapat dikenali oleh AI Vision, pengguna masih bisa memasukkannya ke daftar mengandalkan aplikasi AI Food Manager.
"Cukup ketuk layar dan masukkan nama barangnya secara manual-seperti yang mungkin baru saja anda coba lakukan," tambahnya.
Menariknya, kamera AI berbasis cloud ini juga dapat mencatat masa kedaluwarsa setiap makanan yang masuk ke kulkas. Ketika makanan sudah mendekati masa kedaluwarsanya, pengguna akan diberikan notifikasi ke HP yang sudah terhubung dengan kulkas melalui aplikasi SmartThings.
Kecanggihannya tidak hanya mengenali objek yang akan dimasukkan atau sudah ada di dalam kulkas, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk membuat resep atau membantu pengguna membeli bahan-bahan makanan.
Membuat resep di sini berdasarkan bahan-bahan makanan yang ada di kulkas. Nantinya AI akan memberikan informasi yang sangat lengkap terkait hal itu.