Wahyu menilai masih terbukanya kesempatan tanam hingga penghujung tahun ini, bisa memberikan peluang bagi Kuningan untuk mengejar kekurangan produksi sekaligus mempertahankan capaian sektor pertanian.
Ia menyebutkan Kabupaten Kuningan sebelumnya berhasil mencatat surplus beras sebanyak 119.933 ton, sehingga pemerintah daerah berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan pada tahun ini.
Namun, ia mengakui kemarau yang berlangsung lebih panjang memengaruhi frekuensi penanaman di sejumlah wilayah yang memiliki potensi sumber air untuk mendukung tiga kali musim tanam dalam setahun.
"Sejumlah wilayah sebenarnya bisa tiga kali tanam dalam setahun, tetapi karena kemarau panjang, sebagian hanya mampu melaksanakan sekitar dua setengah kali musim tanam," ujarnya.
Menurut Wahyu, ketersediaan air dan kondisi jaringan irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan kegiatan pertanian, terutama untuk mengejar luas tanam yang belum terpenuhi.