Namun Guo Jiakun tidak menjawab secara tegas mengenai apakah China akan memulihkan distribusi logam tanah jarang (rare earth), meski hal itu sudah disepakati dalam pertemuan puncak Xi-Trump di Beijing.
"China berkomitmen untuk menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global untuk mineral strategis. China dan AS harus bersama-sama melaksanakan kesepahaman penting yang telah dicapai oleh kedua presiden serta mempertahankan momentum pertumbuhan yang stabil dalam hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS," kata Guo.
Namun, ia menegaskan bahwa pembatasan ekspor logam tanah jarang sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku termasuk ke Jepang.
"China melarang ekspor semua barang dengan kegunaan ganda (dual-use) kepada pengguna militer Jepang maupun untuk keperluan militer Jepang, serta ekspor apa pun yang dapat membantu meningkatkan kemampuan militer Jepang demi mencegah remiliterisasi Jepang dan upaya negara tersebut untuk memiliki senjata nuklir," ujar Guo Jiakun.
Guo menegaskan posisi China dalam menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri serta rantai pasok global untuk mineral-mineral strategis tetap tidak berubah.
"Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memainkan peran konstruktif demi tujuan tersebut," kata dia lagi.
Sebelum pertemuan kedua pemimpin negara besar itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, di New York, Minggu (20/9). Bessent didampingi Wakil Dagang AS (USTR) Jamieson Greer dalam perundingan tersebut.