Dia menyampaikan bagian yang menjadi daya tarik khusus NMEC adalah koleksi mumi para Firaun, atau raja dan ratu Mesir dari berbagai dinasti, dengan jumlah keseluruhan mencapai ratusan raja dan ratu.

Menurutnya, selain koleksi mumi, museum ini juga memperlihatkan berbagai teknologi yang saat ini dianggap baru, ternyata telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Salah satunya terlihat melalui pameran tapestri atau tekstil.

Temuan tersebut, menurut Menbud, memperlihatkan perjalanan panjang peradaban Mesir sekaligus perkembangan pengetahuan dan teknologi yang telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Melalui pameran, perjalanan tersebut dihadirkan sebagai bagian dari pengalaman pengunjung dalam memahami sejarah peradaban Mesir.

Pengelolaan museum yang terlihat di NMEC menunjukkan bagaimana perjalanan sejarah dan warisan peradaban dapat dikemas menjadi pengalaman budaya yang memiliki nilai ekonomi. Narasi peradaban yang mencakup perjalanan Mesir dari masa kuno hingga modern menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik bagi pengunjung untuk datang ke museum.

Melalui museum, sejarah tidak hanya disimpan dan dikonservasi, tetapi juga dihadirkan kepada masyarakat sebagai sebuah perjalanan peradaban. Dalam konteks tersebut, NMEC, menurut Fadli Zon, menjadi contoh bagaimana museum dapat berfungsi sebagai etalase budaya sekaligus bagian dari ekonomi budaya.