NADIKABAR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, bergerak melemah 8 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.168 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.160 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi surplus perdagangan Indonesia lebih rendah dari bulan sebelumnya.

"Kementerian Perdagangan pada Selasa (3/11/2026) menyampaikan bahwa Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 3,36 miliar dolar AS pada September 2026. Meski masih mencatatkan surplus, angka tersebut lebih rendah dibandingkan 3,55 miliar dolar AS pada Agustus," ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Rabu.

Di sisi lain, impor tumbuh 18,41 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor sebesar 11,87 persen.

Menurut dia, peningkatan impor terutama barang modal dan bahan baku untuk mendukung aktivitas industri, menunjukkan adanya kebutuhan produksi yang meningkat.