Namun, lanjutnya, kondisi ini juga perlu dicermati karena dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing di dalam negeri.
Melihat sentimen global, data lowongan pekerjaan Amerika Serikat atau JOLTS yang dirilis Selasa (3/11/2026) mencapai 7,52 juta, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat dan dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Kendati begitu, indeks dolar AS (DXY) pada perdagangan hari ini dinyatakan bergerak melemah ke sekitar 101,46 atau turun sekitar 0,40 persen.
"Koreksi dolar AS tersebut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih baik, meskipun tekanan dari faktor domestik masih perlu diperhatikan," ungkap Amru.
Pasar disebut akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang dirilis malam ini, terutama laporan ketenagakerjaan ADP dan ISM Services PMI.