Terkait portofolio keberlanjutan, perseroan mengungkapkan bahwa kredit berkelanjutan naik 16,3 persen (yoy) mencapai Rp280,3 triliun per September 2026, setara 26,4 persen dari total portofolio pembiayaan.
Secara keseluruhan, rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) terjaga masing-masing 4,6 persen dan 1,8 persen pada periode yang sama.
Perseroan menambahkan penyaluran kredit didukung oleh likuiditas dan pendanaan solid yang terlihat dari kenaikan giro dan tabungan (CASA) hingga 10,4 persen menjadi Rp1.103 triliun. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) naik 8 persen (yoy) mencapai Rp1.301 triliun.
Hendra menyampaikan kinerja penyaluran pembiayaan juga salah satunya ditopang BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha.
"Kami juga telah menggelar BCA Wealth Summit 2026 sebagai forum edukasi finansial bagi nasabah dan masyarakat agar semakin cermat mengelola keuangan," kata dia.