"Pupuk Indonesia juga memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku guna meredam dampak volatilitas harga komoditas terhadap struktur biaya perusahaan," ujarnya.
Dari sisi tata kelola, kata Rahmad, transformasi perusahaan diperkuat melalui penerapan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang turut meningkatkan kepastian pasokan bahan baku, memperkuat disiplin biaya, dan menciptakan ruang investasi yang lebih sehat.
Transformasi yang dijalankan Pupuk Indonesia juga memberikan manfaat nyata kepada petani melalui kemudahan akses terhadap pupuk bersubsidi.
"Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8.110.571 ton pupuk bersubsidi, meningkat 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.