Lebih lanjut Andina mengatakan pihaknya sejak Agustus lalu sudah berupaya meminimalkan dampak karhutla di Kalteng, seperti membagikan 20 ribu masker, multivitamin, hingga bantuan air bersih. Dia juga berupaya memberikan bantuan sumur bor, pompa air alat pemadam kebakaran, hingga logistik untuk para relawan serta warga yang terdampak.
Namun, ia mengatakan, upaya itu belum cukup. Ia berharap ada bantuan water bombing dari pemerintah agar karhutla di Kalteng bisa segera mereda.
"Dikarenakan banyaknya titik-titik api yang sulit dijangkau relawan, maka dibutuhkan water bombing agar penanganan lebih maksimal," ujarnya.
Kemudian, Andina juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas, dan meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah. "Pesan untuk warga, kita selalu kuat dan teruslah jaga kesehatan, memakai masker. Kita berdoa semoga kebakaran hutan ini dapat selesai dengan cepat. Jaga kesehatan dan tetap waspada terhadap kabut asap," imbuh dia.