Dia menyebut keputusan Komite Nobel untuk memberikan penghargaan bergengsi itu kepada Pillay sebagai keputusan yang memalukan dan mencoreng nama Norwegia, negara yang menjadi lokasi markas utama Komite Nobel.
"Ini adalah noda yang tak terhapuskan bagi negara Norwegia dan orang-orang yang mengambil keputusan yang begitu tercela dan memalukan itu," sebutnya.
Presiden AS itu menyebutkan sejumlah konflik yang, menurutnya, telah dia bantu selesaikan. Trump mengklaim bahwa dirinya telah mencegah perang antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel), antara Jepang dan Korut, juga antara China dan Taiwan, namun tanpa menyertakan bukti untuk mendukung klaimnya itu.
"Penghargaan Nobel Perdamaian telah kehilangan kredibilitas selamanya, akibat ulah segelintir penganut ideologi radikal yang antidemokrasi dan sejatinya merupakan musuh peradaban," kata Trump dalam pidatonya.
"Dan kita tidak akan melupakan hal ini, Norwegia," tandasnya.
Kekesalan Trump itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Komite Nobel mengumumkan Pillay sebagai peraih Nobel Perdamaian tahun ini.
Ketua Komite Nobel Norwegia di Oslo, Jorgen Watne Frydnes, menyebut sosok Pillay telah berperan "sangat penting dalam memastikan bahwa kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida diadili".