Krisis bahan bakar yang parah menyulitkan pengoperasian pembangkit listrik serta generator cadangan Kuba yang umumnya bergantung pada diesel impor.

"Masalah datang bertubi-tubi, air tidak mengalir, tidak ada gas untuk memasak, dan listrik padam," kata seorang guru sekolah bernama Lidia Fernandez (36).

"Jujur saja, saya tidak tahu bagaimana kami belum menjadi gila," tambahnya dengan nada jengkel.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemadaman listrik di ibu kota bisa berlangsung lebih dari 30 jam, sementara di daerah-daerah provinsi luar, durasinya bahkan terkadang melampaui 60 jam.