Motif penembakan maut ini tidak diketahui secara jelas. Belum diketahui pemilik senjata api yang digunakan pelaku dalam serangan mematikan itu.

Wali Kota Banga, Albert Palencia, menuturkan bahwa sebanyak delapan orang lainnya mengalami luka-luka, dengan empat orang di antaranya dalam kondisi kritis. Semua korban dalam insiden penembakan ini merupakan siswa yang berusia 14-17 tahun.

"Pelaku diduga duduk di samping teman-temannya dan meminta mereka untuk pulang 'karena setelah makan siang, saya akan menjalankan rencana saya'. Teman-teman pelaku tertawa karena pelaku dikenal sebagai orang yang suka melucu," kata Palencia kepada Reuters.

"Setelah makan siang, dia mulai menembaki para siswa. Dia menembak 10 siswa sebelum bunuh diri," ucapnya.

Aksi penembakan sebelumnya juga terjadi di Filipina Selatan. Pelaku merupakan siswa kelas tujuh.

"Seorang (siswa kelas tujuh) berhasil masuk membawa senjata api berkekuatan tinggi dan pistol kaliber .45," kata Wali Kota Zamboanga City, Khymer Olaso, kepada sebuah stasiun radio lokal, dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/8).

"Dalam video tersebut, kita melihat bahwa dia pertama kali menembak guru yang sedang duduk di meja," kata Olaso, merujuk pada rekaman video yang beredar di media lokal.