NADIKABAR.COM — Senat Amerika Serikat (AS) kembali menolak, dengan selisih tipis, sebuah resolusi yang membatasi wewenang perang Presiden Donald Trump terkait Iran. Resolusi itu menuntut Trump mengakhiri perang melawan Iran atau meminta izin Kongres untuk melanjutkan perang.

Resolusi tersebut, seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9/2026), menjadi upaya terbaru Partai Demokrat untuk memojokkan Partai Republik terkait konflik yang memicu kritikan di dalam negeri AS itu, menjelang pemilu sela pada 3 November mendatang.

Di tengah jajak pendapat yang menunjukkan Partai Republik pendukung Trump kesulitan mempertahankan keunggulan tipis mereka di Kongres menjelang pemilu sela, semakin banyak politisi Partai Republik menjauhkan diri dari isu perang Iran yang memicu kenaikan harga pangan dan bahan bakar di AS ini.

Pemungutan suara yang digelar Senat AS pada Kamis (24/9) waktu setempat, berakhir dengan hasil tipis: 50 suara menolak resolusi tersebut, sedangkan 49 suara lainnya mendukung. Sebagian besar Senator AS memilih sesuai garis partai masing-masing.

Hanya empat Senator Republikan, yakni Senator Susan Collins dari Maine, Senator Rand Paul dari Kentucky, Senator Thom Tillis dari North Carolina, dan Senator Lisa Murkowski dari Alaska, yang memberikan suara mendukung resolusi tersebut.