Salah satu yang menjadi incaran adalah The Tenders, potongan ayam berlapis tepung bebas gluten seharga $17 (Rp300 ribu). Meski sempat muncul laporan dari pengunjung di awal pembukaan, bahwa ayamnya kurang matang dan dingin, antreannya tetap panjang.
Fenomena serupa terjadi di supermarket mewah lainnya. Happier Grocery, yang dijuluki influencer sebagai 'Erewhon-nya New York', menjual brokoli seharga $7,50 (Rp133 ribu). Sementara toko Rigor Hill Market menawarkan ayam panggang rotisserie seharga $40 (Rp707 ribu.)
Beberapa bulan kemudian, toko-toko itu kerap terlihat sepi. Tapi influencer dan turis masih mampir untuk berburu makanan viral seperti The Tenders, atau kemasan plastik berisi salad ayam dan tuna dingin seharga sekitar USD 14 per porsi (Rp247 ribu).
Fenomena supermarket mewah ini muncul di tengah tingginya harga bahan makanan di New York. Di sisi lain, Wali Kota New York Zohran Mamdani mengusulkan supermarket milik pemerintah kota sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan akses pangan.
Kondisi tersebut membuat harga di sejumlah supermarket mewah semakin mencolok.
Menurut mantan pastry chef sekaligus ahli keuangan, Venus Grimes, pengunjung umumnya tidak berbelanja seluruh kebutuhan dapur di supermarket tersebut. Mereka lebih tertarik membeli produk tertentu yang sedang viral.