NADIKABAR.COM — Lagu ciptaan Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono berjudul The Veconac Anthem resmi ditetapkan sebagai anthem resmi Veteran Confederation of ASEAN Countries (VECONAC). Lagu ini untuk pertama kalinya diputar dalam pembukaan Sidang Executive Board Meeting (EBM) ke-38 dan General Assembly (GA) VECONAC ke-25.

Diketahui, EBM dan GA VECONAC dihelat pada 3 hingga 7 Oktober di Phnom Penh, Kamboja. Ternyata, ide penciptaan lagu ini berawal dari VECONAC belum memiliki anthem sejak berdiri pada tahun 1980.

"Sejak berdiri tahun 1980, VECONAC belum memiliki lagu resmi (anthem). Gagasan untuk mempunyai anthem ini muncul dari LVRI, karena setiap organisasi seperti ASEAN kan pasti punya lagu. Saya kemudian menghadap Pak Hendropriyono untuk meminta bantuan beliau membuatkan lagu resmi," ujar Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Mayjen TNI (Purn) Abdul Ghani dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/10/2026).

Proses pengusulan anthem tersebut, kata Ghani, bermula dari pengajuan draf resolusi saat Indonesia menjadi tuan rumah Sidang VECONAC ke-24 tahun 2025di Jakarta. Resolusi tersebut kemudian disetujui dan dituangkan dalam Joint Communique.

Lagu karya Hendropriyono ini sempat diputar dalam Working Committee Meeting(WCM) secara daring pada Juni lalu. Hal ini semakin menguatkan kepastian soal pengesahan The Veconac Anthem karya Hendropriyono menjadi anthem resmi VECONAC.

"Yang membuat kami terkejut sekaligus bangga, lagu karya Pak Hendropriyono ini langsung diputar dalam acara resmi General Assembly di Kamboja yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Kamboja. Diputarnya lagu ini dalam forum tertinggi tanpa ada komplain dari negara anggota lain menandakan bahwa anthem karya Indonesia ini sah dan diterima secara penuh oleh seluruh anggota VECONAC," ujar Kepala Biro Hubungan Luar Negeri DPP LVRI, Duta Besar Nur Syahrir Rahardjo.

Pencapaian ini, terang Nur Syahrir, menegaskan peran strategis Indonesia dan LVRI sebagai salah satu pendiri VECONAC. "Selain bangga, ini membuktikan bahwa posisi Indonesia sebagai founding father VECONAC masih diakui, dihormati, dan memiliki pengaruh besar di tingkat regional ASEAN," tutur Nur Syahrir.