Pemulihan lahan pertanian menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Aceh Tamiang karena banyak keluarga menggantungkan pendapatan dari sawah. Selain perbaikan lahan, petani masih membutuhkan dukungan sarana produksi agar dapat mempertahankan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha tani.

Mualem mengatakan penanganan sawah terdampak, baik kategori rusak ringan maupun rusak berat, terus diupayakan bersama pemerintah pusat. Petani diminta tetap menjaga lahan dan melakukan pembenahan secara bertahap sambil menunggu penanganan lanjutan.

"Ini sebenarnya janji pusat. Sawah-sawah yang terkena dampak ringan maupun berat semua akan diupayakan untuk dibetulkan, seperti yang terjadi di Tamiang dan masih banyak kabupaten serta kota lain yang terdampak," ujarnya.