Fauzi menyebutkan forum tersebut nantinya dapat merumuskan program kerja yang terarah dan terukur, sekaligus menjawab tantangan pelestarian kebudayaan Betawi di tengah perubahan Jakarta.

"Selain agenda organisasi, rapat juga membahas berbagai isu kebetawian yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Fauzi.

Menurut dia, pembahasan tersebut penting karena lembaga adat memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai, tradisi, sejarah, identitas, dan kebudayaan Betawi agar tetap hidup dan berkembang mengikuti perubahan zaman.

Konsolidasi internal, kata Fauzi, juga menjadi perhatian dalam rapat perdana tersebut. Penguatan koordinasi antarelemen organisasi diharapkan dapat membangun kesamaan visi dan membuat LAKB lebih optimal dalam menjalankan fungsi kelembagaannya.