"Sebelum berenang dia minta sama istrinya buat difoto dulu. 'Ayo Bun kita foto dulu sebelum berenang, sebelum mandi'. Fotonya sama istrinya, jadi istrinya disuruh menghadap ke batu, ceritanya pegang batu. Nadif yang memfotokan," kenang Afrileni saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (19/8).

Suasana hangat itu seketika pecah saat Nadif dan seorang rekannya memutuskan untuk berenang di tepian. Dalam hitungan menit, situasi berubah mencekam. Dari kejauhan, sang istri masih sempat melihat Nadif melambaikan tangan di tengah kepungan ombak. Namun, sebuah kesalahpahaman tragis terjadi; keluarga mengira lambaian itu hanyalah gurauan Nadif yang memang dikenal jenaka.

"Sempat melambaikan tangan, dipikirnya lagi dadah atau bercanda ngeledek, ternyata beneran tenggelam minta tolong. Saat itu belum ada penjaga pantai. Rekannya yang berenang mau menolong tapi tangannya tidak tergapai," ungkap Afrileni dengan nada getir.