Kepergian Nadif meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi warga di lingkungan rumahnya di Jagakarsa. Di mata sang kakak, Nadif adalah pemuda yang memiliki kepedulian sosial luar biasa. Ia tak segan menghabiskan waktunya sebagai sukarelawan ambulans untuk membantu sesama.

"Anaknya sangat baik dan humble ke mana-mana, gampang berbaur sama orang lain. Dulu juga sering bantu-bantu jadi relawan ambulans, dia senang membantu segala sesuatu. Makanya banyak temannya dan waktu kabar ini tersebar, semua langsung ikut mendoakan," tutur Afrileni sambil menahan haru.

Hingga Rabu sore, harapan masih digantungkan pada kerja keras tim SAR gabungan. Personel dari Pos SAR Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Balawista, hingga potensi SAR lokal terus menyisir setiap jengkal perairan dan bibir Pantai Karangnaya, berpacu dengan waktu untuk menemukan keberadaan Nadif.