"Nah yang instansi-instansi itu dalam proses pengumpulan dokumen, nah yang punya warga saat ini sudah mulai pengukuran peta bidang di BPN," ujarnya.
Setelah peta bidang selesai, Pemkab Sidoarjo akan melanjutkan proses appraisal. Proses tersebut diharapkan dapat rampung dalam waktu secepatnya.
"Nah setelah peta bidang BPN nanti harapan kami seminggu dua minggu maka selesai, kami lakukan appraisal penentuan harga dari pihak ketiga," ungkap Makhmud.
Ia menegaskan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan terus berjalan. Pemkab Sidoarjo juga menyebut respons masyarakat terhadap proses tersebut sejauh ini positif.
"Alhamdulillah responnya mendukung, dan berkas juga begitu, begitu kami lakukan identifikasi itu semuanya secara umum sudah memberikan data mereka. Termasuk pengajuan itu kan harus yang bersangkutan yang mengajukan peta bidang, nah peta bidang baru kita appraisal," bebernya.
Pemkab Sidoarjo sendiri telah menyiapkan anggaran Rp 200 miliar dari APBD 2026 untuk proses ganti rugi lahan. Anggaran tersebut akan ditambah Rp 200 miliar melalui APBD 2027 sehingga total Rp 400 miliar disiapkan khusus untuk kebutuhan pembebasan lahan.