NADIKABAR.COM — Pulpen Zhao Minghui (71) mencatat panduan yang disampaikan pengajar, merinci bagaimana cara menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (AI) di ponsel pintarnya.
"Kami mungkin semakin tua, tapi kami tetap ingin mengikuti perkembangan zaman," kata Zhao selepas kelas untuk warga lanjut usia (lansia) di Universitas Ningxia, Yingchan, Ningxia, China barat laut.
Dulu, Zhao sering meminta bantuan anak-anaknya untuk menggunakan ponsel pintarnya. Setelah mengikuti kelas-kelas di universitas tersebut, Zhao belajar mengirim pesan melalui WeChat, melakukan pembayaran seluler, memesan tiket dan membuat janji temu medis, serta mengedit video pendek, semuanya melalui ponsel pintarnya.
Tahun ini, dia mendaftarkan diri untuk mengikuti kursus AI.
Instruktur Yu Cheng mengenang bahwa pada 2019, ketika dirinya mulai mengajar di sana, sekira 60 hingga 70 persen muridnya tidak bisa menggunakan ponsel pintar. Kini, dia jarang menemui murid yang seperti itu.
"Cukup ketik satu kalimat, dan sistem dapat menghasilkan teks atau gambar," kata Zhao dengan takjub. Kini, dia menggunakan AI untuk menjawab berbagai pertanyaan dan bahkan mengobrol ketika merasa bosan.
Di seluruh China, universitas-universitas untuk lansia menawarkan kursus AI, produksi video, dan fotografi menggunakan drone. Kursus-kursus tersebut membantu para pensiunan menangani tugas sehari-hari dengan lebih mudah, tetap terhubung dengan keluarga, atau sekadar mencoba hal-hal baru.