Dilansir dari Fox News, konsultan komunikasi sains asal North Carolina, Amerika, Megan Meyer, Ph.D., menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan beberapa faktor biologis. Salah satunya adalah pola makan siang yang kurang seimbang atau bahkan melewatkan makan siang.

Makan siang yang terlalu sedikit atau kurang seimbang dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat. Kondisi itu kemudian mengirim sinyal ke otak untuk mencari makanan yang dapat meningkatkan energi dengan cepat, terutama camilan manis atau asin.

Sementara menurut Ahli gizi asal South Carolina, Amerika, Lauren Manaker, food craving sebenarnya merupakan cara tubuh berkomunikasi. Keinginan makan tertentu bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan energi, kenyamanan, atau nutrisi tertentu.

Buah Bisa Jadi Pilihan Camilan Praktis