"Luar biasa, selain apresiasi terhadap produk-produk warga binaan Lamoria, saya juga bangga dengan warga bandung yang medukung lamoria dan kegiatan di Sport Jabar," kata Gilang.

Pihak Lapas Perempuan Bandung membuka acara dengan senam Zumba, cek kesehatan gratis dan pameran produk Lamoria mulai dari batik, ecoprint, rajutan, craft, pakaian hingga produk-produk kuliner. Lapas Perempuan Bandung memperkenalkan dua produk kuliner unggulan mereka yakni Puff Tape dengan 8 varian rasa, dan kue soes dengan lima varian rasa.

"Kue soes memperkenalkan empat rasa baru yaitu butterscotch coffee, coconut cloud , cokelat dan matcha," sebut Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti.

Dia berharap dua produk kuliner buatan napi ini menjadi opsi oleh-oleh khas Bandung. Rika menyebutkan bahwa Puff Tape diusung untuk membangkitkan kenangan lama kota Bandung yang terkenal dengan peuyeum.

"Sekali lagi syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, lebih dari 500 warga Bandung berkunjung, rela antre lama untuk dapat kesempatan mencoba produk-produk Lamoria, khususnya Puff Tape. Puff tape dan soes ludes, bahkan tadi ada yang menayakan soes lagi, tapi sudah kehabisan," ungkap Rika .'

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah napi. Napi berinisial EA yang memiliki kemampuan meracik minuman kopi alias barista, mengaku sampai kewalahan meladeni pesanan pengunjung Lamoria Pavilijoen.