"Dari saya datang sampe sekarang saya belum berhenti meracik kopi dan jenis minuman lain," tutur napi head chef di pos pelatihan kerja Bakery and Coffee Lamoria.

Napi lainnya yang bernama Mei menyampaikan keharuannya melihat puff tape dan soes buatan dirinya serta napi lainnya cocok di lidah pengunjung.

"Butuh 6 tahun bongkar pasang racikan hingga akhirnya menghasilkan puff tape yang sekarang ini bisa dinikmati," sebut perempuan yang menemukan resep rahasia puff tape ini.

Soal kualitas rasa puff tape, seorang pengunjung bernama Jessica merasakan sensasi tekstur renyah dan isian roti yang lumer di mulut. "Rasa tapenya bener- bener kekinian," sebut Jessica.

Kembali ke Rika, ia berharap hadirnya Lamoria Pavilijoen mendekatkan karya napi ke masyarakat. Sekaligus, sambungnya,

"Sekali lagi mohon dukungannya kepada semua masyarakat, semoag cita-cita Lamorai pavilijoen dapat terwujud, menjadi ruang bersama Lapas Perempuan Bandung dengan masyarakat dan yang tidak kalah penting lagi menjadi media penghantar warga binaan kembali ke masyarakat menjadi warga negara mandiri dan taat hukum," pungkas Rika.