NADIKABAR.COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga bersama Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lapas Sibolga mengajak sejumlah narapidana bakti sosial. Kegiatan kemanusiaan ini digelar di SD Negeri 152983 Hutanabolon 1, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut).
Dalam keterangan tertulis pada Jumat (23/10/2023), baksos berlangsung pada Kamis (22/10). Pihak Lapas Sibolga menyampaikan tujuan baksos ini secara khususnya mendukung pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana banjir pada akhir November 2025. Sebanyak 20 napi yang dilibatkan dalam kegiatan ini turut bergotong-royong membersihkan fasilitas sekolah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ucap Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo.
Tri menuturkan para napi membersihkan ruang kelas, saluran air, mengecat meja dan bangku, serta membuat pagar sekolah guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan nyaman.
"Kami melibatkan warga binaan agar mereka dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan masyarakat, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun rasa tanggung jawab," ujar Tri.
Diketahui kondisi sekolah negeri ini kerap tergenang air setiap kali hujan deras. Genangan air kembali merendam lingkungan sekolah dan menyisakan material lumpur serta kotoran yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.
"Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai positif tersebut dan dapat diterima dengan baik," jelas Tri.
"Kami juga ingin mengubah stigma negatif terhadap Pemasyarakatan dengan menunjukkan bahwa pembinaan mampu melahirkan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua PIPAS Cabang Lapas Sibolga, Kiki Tri Purnomo, menyampaikan baksos ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Pemasyarakatan, terutama bagi sekolah yang mengalami dampak bencana. "Kami memahami bahwa dampak banjir yang terus berulang meninggalkan material dan mengganggu kegiatan belajar mengajar," ujar Kiki.
Dia berharap bantuan PIPAS Pusat dan PIPAS Wilayah Sumatera Utara dapat meringankan beban pihak sekolah dan membantu agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung selama tiga hari.
Kegiatan ini merupakan implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam mendorong kehadiran Pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program aksi tersebut dicanangkan Menteri Imipas Agus Andrianto.