- Pukul 20.52.12 WIB terjadi tabrakan antara KA 4B dan KA 5568A di Jalur I (hulu) St. Bekasi Timur.

Dalam kesimpulannya, KNKT menemukan banyak goresan wiper dan goresan-goresan halus berbentuk melingkar (swirl mark) pada permukaan windshield berbahan polycarbonate pada lokomotif KA Anggrek. Menurut KNKT, penggunaan polycarbonate pada seluruh kaca kabin lokomotif dilakukan berdasarkan Nota Dinas dari Direktur Pengelolaan Sarana KAI yang diterbitkan tahun 2015.

"Lokomotif KA 4B menggunakan windshield dengan material polycarbonate dengan kondisi saat ini ditemukan banyak goresan wiper dan swirl mark pada permukaan windshield lokomotif," ujar KNKT.

Kondisi itu disebut mempengaruhi penglihatan masinis. KNKT menyebut sumber cahaya lampu terlihat lebih berpendar akibat goresan-goresan pada kaca tersebut.

"Saat malam hari, sumber cahaya lampu terlihat tampak lebih berpendar dengan penyebaran cahaya yang signifikan (light scattering) dari kabin lokomotif yang menggunakan windshield polycarbonate dengan kondisi banyak goresan wiper dan swirl mark," ujar KNKT.

Dalam laporannya, KNKT juga menampilkan gambar yang menunjukkan efek jejak goresan pada kaca lokomotif KA Anggrek terhadap penglihatan masinis pada malam hari. KNKT membandingkannya dengan gambar yang menunjukkan penglihatan dari dalam lokomotif KA Anggrek yang menggunakan bahan polycarbonate dengan penglihatan dari KRL yang menggunakan laminated safety glass saat melintasi lokasi yang sama.

KNKT menyebut cahaya yang terlihat dari dalam kabin lokomotif CC206 di Km 28+440 depan sinyal utama blok B104 dan berjarak 475 meter dari titik tabrakan KA Anggrek dengan KA 5568A (KRL) terlihat lebih berpendar dibanding kabin KRL TM6000. KNKT juga menguraikan persepsi awak sarana perkeretaapian (ASP) di KA Anggrek terhadap sinyal.

KNKT mengatakan masinis KA 4B memperoleh aspek hijau saat melewati sinyal keluar J12 Stasiun Bekasi yang mengindikasikan berjalan dengan kecepatan sesuai dengan rencana atau kecepatan operasi dan tidak ada informasi bahwa sinyal berikutnya (B104) akan menunjukkan aspek merah. Dalam pemahaman masinis dan asisten masinis KA Anggrek, kata KNKT, aspek sinyal hijau secara berurutan akan diikuti oleh aspek hijau atau kemungkinan terburuknya menunjukkan aspek kuning.