Aktivitas seperti membuka puluhan tab browser, mengedit video, bermain gim, atau menjalankan aplikasi desain dapat meningkatkan penggunaan sumber daya laptop.
Bahkan, aplikasi yang berjalan di latar belakang tanpa disadari juga bisa membuat kipas terus berputar.
Kebiasaan menggunakan laptop di atas kasur, bantal, sofa, atau permukaan kain dapat menghambat aliran udara pada bagian bawah perangkat.
Padahal, sebagian besar laptop memiliki lubang ventilasi yang berfungsi memasukkan udara dingin dan mengeluarkan udara panas.
Ketika saluran tersebut tertutup, sistem pendingin tidak dapat bekerja secara optimal. Akibatnya, suhu laptop meningkat dan kipas harus bekerja lebih keras.
Thermal paste merupakan bahan penghantar panas yang ditempatkan di antara prosesor dan komponen pendingin. Fungsinya membantu memindahkan panas dari prosesor menuju heatsink agar dapat dilepaskan melalui sistem ventilasi.
Seiring usia pemakaian, kualitas thermal paste dapat menurun atau mengering. Jika kemampuan penghantaran panas berkurang, suhu prosesor bisa meningkat lebih cepat meskipun laptop tidak menjalankan pekerjaan berat.
5. Kipas pendingin mulai mengalami kerusakan
Kipas yang sudah aus, mengalami kerusakan mekanis, atau memiliki komponen yang longgar dapat menghasilkan suara berisik.
Berbeda dengan suara kipas normal yang cenderung berupa hembusan udara, kerusakan biasanya ditandai bunyi berdecit, bergetar, atau seperti gesekan benda.