NADIKABAR.COM — Sutradara film "Laut Bercerita" Yosep Anggi Noen mengaku sengaja membatasi penggunaan teknologi modern dalam latar film tersebut untuk menghadirkan suasana autentik akhir era 1990-an sekaligus memperkuat gambaran kerinduan antarkarakter.

Anggi menilai kemajuan teknologi komunikasi saat ini, seperti panggilan video dan pesan instan, dapat mengurangi intensitas kerinduan yang dialami seseorang ketika terpisah dari orang-orang terdekatnya. Kondisi tersebut berbeda dengan masa lalu ketika sarana komunikasi masih terbatas.

"Di masa sekarang, kerinduan bisa dengan mudah tereduksi melalui 'WhatsApp call', kirim-kiriman foto, atau panggilan video. Kita punya alat modern untuk mereduksi rasa rindu tersebut. Namun di zaman itu, sedikit sekali alat yang bisa membawa kita untuk sekadar menghapus rasa rindu," ungkap Anggi saat konferensi pers menjelang gala perdana film "Laut Bercerita" di bioskop kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa.

Melalui pembatasan unsur teknologi modern, tim produksi berupaya membangun atmosfer yang sesuai dengan periode waktu cerita sekaligus menghadirkan pengalaman emosional yang lebih mendalam bagi penonton.

Pendekatan tersebut juga dimaksudkan untuk menegaskan bahwa kehilangan dan kerinduan merupakan pengalaman kemanusiaan yang universal, yang dapat dirasakan siapa saja tanpa dibatasi ruang dan waktu.

"Menyingkirkan teknologi masa kini di dalam set film adalah salah satu cara paling kuat bagi kami untuk bisa menghadirkan atmosfer kerinduan versi masa lalu secara mendalam," kata Anggi.

"Laut Bercerita" adalah film drama keluarga menegangkan tentang aktivis yang dihilangkan selama pergerakan mahasiswa di akhir era 1990-an, diadaptasi dari novel laris berjudul sama karya Leila S. Chudori, "Laut Bercerita".

Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila S. Chudori dengan melibatkan jajaran pemeran antara lain Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.

Film yang diproduseri oleh Gita Fara, Leila S.Chudori, Wisnu Darmawan dan Budi Setyarso itu dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.