Di Kalimantan Barat, wilayah sasaran OMC meliputi Sekadau, Ketapang, dan Sintang. Pada 23 Oktober, hujan ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di tujuh kabupaten, termasuk tiga wilayah sasaran. Adapun di Kalimantan Selatan, hujan dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotabaru pada tanggal yang sama.

Pelaksanaan OMC disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan masing-masing wilayah. Upaya ini menjadi bagian dari dukungan penanganan karhutla bersama operasi pemadaman darat dan dukungan udara.

Sementara itu, Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, juga turut menjadi wilayah pemadaman karhutla. Tercatat 34 titik dengan 16 hektare belum padam.

Pemantauan menggunakan drone termal dan pos pantau darat dilakukan untuk membantu mendeteksi bara tersembunyi di lahan gambut. Selain itu, penggunaan pompa jinjing dan instalasi selang air hingga hampir tiga kilometer mendukung penyaluran air ke titik api kritis.

Tak hanya itu, di Pulau Jawa juga masih terdapat lahan yang masih terbakar, tepatnya di kawasan Arjuno-Welirang, Jawa Timur.

Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi antarpihak dan penyisiran wilayah terdampak. Pemantauan serta penentuan prioritas pemadaman tetap diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan api dan mengurangi risiko penjalaran lebih lanjut.