Gas kota bertekanan tinggi (4,2 kg/cm²) keluar dengan cepat, merembet menembus tanah, lalu masuk ke celah saluran air hujan berdiameter 400 mm yang berjarak 1,4 meter dari titik kebocoran. Gas tersebut kemudian mengalir sejauh 77 meter melalui saluran pembuangan hingga masuk ke area bawah tanah lokasi proyek kereta bawah tanah.

Sekitar 40 menit setelah kebocoran dimulai, gas yang terkumpul di lokasi konstruksi kereta bawah tanah tersulut oleh sumber api yang belum dipastikan. Api memicu ledakan hebat saat sekitar 60 pekerja sedang beraktivitas di lokasi tersebut.

Dari penyelidikan, ledakan ini dipicu oleh kesalahan pengeboran itu. Pekerjaan pengeboran tersebut juga dilakukan tanpa izin resmi penggalian jalan dari pihak berwenang.