NADIKABAR.COM — Sebuah ledakan gas yang sangat dahsyat pernah menghantam Kota Daegu, Korea Selatan pada 1995. Ledakan ini menyebabkan 100 orang meninggal dunia.
Dilansir dari Yonhap, bencana ledakan gas ini terjadi pada 28 April 1995 pukul 07:52 pagi di lokasi konstruksi Jalur 1 Kereta Bawah Tanah Daegu (Seksi 2), persis di depan SMP Yeongnam, Sangin-dong, Dalseo-gu, Kota Daegu, Korea Selatan.
Ledakan dahsyat ini dipicu oleh gas kota yang bocor dari lokasi proyek pembangunan gedung di sekitarnya. Gas kemudian mengalir dan terkumpul di ruang bawah tanah konstruksi kereta bawah tanah.
Akibat peristiwa ini, 100 orang meninggal dunia dan 143 orang mengalami luka berat maupun ringan.
Kerugiannya tak main-main. Sebanyak 91 kendaraan (termasuk bus kota) hancur serta 74 unit bangunan/rumah di sekitar lokasi hancur.
Sehari sebelum ledakan, subkontraktor konstruksi (Pyojun Development Co.) memulai pengeboran (grouting) di jalan akses selebar 8 meter sebelah selatan lokasi proyek Daebaek Plaza Cabang Sangin. Mereka menggali 22 lubang bor.
Pekerjaan pengeboran dilanjutkan kembali menggunakan dua unit mesin bor. Namun, salah satu batang bor menembus pipa gas kota bertekanan menengah berdiameter 100 mm yang tertanam di kedalaman 1,7 meter, hingga menciptakan lubang berdiameter 80 mm.
Gas kota bertekanan tinggi (4,2 kg/cm²) keluar dengan cepat, merembet menembus tanah, lalu masuk ke celah saluran air hujan berdiameter 400 mm yang berjarak 1,4 meter dari titik kebocoran. Gas tersebut kemudian mengalir sejauh 77 meter melalui saluran pembuangan hingga masuk ke area bawah tanah lokasi proyek kereta bawah tanah.
Sekitar 40 menit setelah kebocoran dimulai, gas yang terkumpul di lokasi konstruksi kereta bawah tanah tersulut oleh sumber api yang belum dipastikan. Api memicu ledakan hebat saat sekitar 60 pekerja sedang beraktivitas di lokasi tersebut.
Dari penyelidikan, ledakan ini dipicu oleh kesalahan pengeboran itu. Pekerjaan pengeboran tersebut juga dilakukan tanpa izin resmi penggalian jalan dari pihak berwenang.