"Mereka yang bekerja untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan lain sebagainya. Hasilnya belum dikasih ke kami," jelasnya.
Hingga Kamis (20/8), polisi belum menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam insiden tersebut, sedangkan pemeriksaan terhadap saksi masih dilakukan di lapangan dan belum ada pihak yang dipanggil secara khusus ke Polres Mojokerto.
"Belum ada yang kami mintai keterangan dengan mengundang. Semua penyelidikan di lapangan," ujarnya.
Andi kembali menegaskan bahwa hasil penyelidikan sementara belum menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam ledakan dan kebakaran tersebut.
"Sampai saat ini masih belum menemukan ada dugaan tindak pidana," tegasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Edi dan meminta insiden tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan, khususnya di SPPG yang menjalankan program MBG.
"Ke depan jangan sampai kejadian ini terulang kembali, termasuk untuk SPPG lainnya," tandasnya.
SPPG Puri Medali berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dan dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group dengan kapasitas penyediaan sekitar 3.700 porsi MBG setiap hari.
Pasca-ledakan, penyediaan MBG dari SPPG tersebut untuk sementara dilimpahkan kepada sejumlah SPPG di sekitarnya.