Lebih lanjut, Francine meminta agar Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran yang memadai untuk tenaga ahli medis yang profesional. Serta perawatan dan keperluan operasional puskeswannya.
"Kehadiran Puskeswan-Puskeswan baru ini harus disertai dengan pengalokasian anggaran yang cukup untuk memastikan operasionalnya dapat berjalan lancar. Tidak hanya bangunannya, tapi kualitas layanan medisnya serta ketersediaan obat dan penunjang medis juga harus diperhatikan," tegasnya.
Francine juga mengingatkan agar kemajuan ini harus dilanjutkan dengan pembangunan RS hewan. Karena hingga saat ini Jakarta belum memiliki RS Hewan milik Pemprov yang menyediakan layanan gawat darurat 24 jam.
"Seiring kami mengawal pembangunan Puskeswan-Puskeswan yang dijanjikan akan rampung pada tahun ini, kami juga akan terus mengawal upgrade Puskeswan Ragunan menjadi Rumah Sakit Hewan dengan layanan gawat darurat 24 jam," pungkasnya.